Selasa, 23 Februari 2016

aku kamu dan jarak kita

perjalana yang begitu panjang lika liku kehidupan mengguncang amanah dalam amarah yang tak diinginkan, sebuah cerita yang mungkin tak ada pembaca, seuntai tulisan yang mungkin hanya menjadi goresan disebuah kertas putih.
inilah kehidupan yang pastinya takan sama dengan cerita lainnya antara aku kamu dan jarak yang kita tempuh. jarak memisahkan raga rindu menyiksa jiwa kini kita hanya bercerita lewat suara, engkau dengan aktipitasmu disana dan aku dengan rutinitasku disini, berhembus nafas yang menyesakan dada letih sudah langkah untuk berlari namun mimpi tak kunjung jua jadi..
rindu yang menggema wajah yang kini tak lagi bisa bertatapan. sepintas paras wajahmu terlihat dari sibuknya pekerjaan dari ramainya perkotaan, awan seolah membingkai harapan untuk kemuliaan namun lelah untuk menyadari panjangna perpisahan direntangkan jarak sedemikian menyakiti dan menyayat pemikiran nyanyian hanya terpendam pada kebisuan, gamang antara remang tiada lagi pertemuan diantara kita.
ruang hari begitu hampa matahari pun kini telah mencelah para sahabat pun tak lagi ada kini kita berjalan dengan tanda. ribuan harapan bersamamu ingin ku curahkan jutaan mimpi ingin kurangkai tak penat logika ku bersamamu takan lelah hati ini memuji mu engkau dan agamamu yang aku sukai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar